INA
ENG

Kategori:

TRIPATRA Dukung Peremajaan Pabrik Amonia Tertua di Indonesia, Perkuat Efisiensi Energi dan Ketahanan Panga

13/02/2026 | 8 Min Read
  Share
article banner

Bontang, 29 Februari 2026 – PT Tripatra Engineers and Constructors (TRIPATRA), perusahaan penyedia solusi berbasis rekayasa teknik, mendukung PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dalam merampungkan proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 sebagai bagian dari program revitalisasi industri pupuk nasional yang dijalankan oleh Pupuk Indonesia Group.

Proyek peremajaan ini menjadi tonggak penting karena merupakan proyek revitalisasi pabrik amonia pertama di Indonesia sekaligus yang pertama bagi TRIPATRA. Proyek ini memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi karena dilaksanakan pada fasilitas yang tetap beroperasi. Pabrik yang telah beroperasi sejak tahun 1984 dan merupakan pabrik amonia tertua di Indonesia ini menjadi salah satu tulang punggung produksi Pupuk Kaltim dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pupuk nasional.

President Director & CEO TRIPATRA, Raymond Naldi Rasfuldi, menyampaikan:
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Pupuk Indonesia kepada TRIPATRA untuk mendukung penyelesaian proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Keterlibatan TRIPATRA dalam proyek ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung Pupuk Kaltim menjalankan program revitalisasi industri pupuk nasional guna memperkuat ketahanan pangan. Melalui penerapan solusi rekayasa terintegrasi yang meningkatkan efisiensi energi dan menekan emisi karbon dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan, kami turut berkontribusi pada agenda Pemerintah Indonesia menuju target Net Zero Emissions 2060. Dalam setiap tahap pelaksanaan proyek, kami senantiasa mengedepankan aspek keselamatan dan kualitas, yang tercermin dari capaian lebih dari 1,8 juta jam kerja aman tanpa Lost Time Injury hingga Desember 2025.”

Proyek pembaruan pabrik ini bertujuan meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menurunkan konsumsi gas yang berdampak pada pengurangan emisi karbon. Melalui Revamping Ammonia Pabrik-2, efisiensi energi meningkat dengan penurunan konsumsi gas hingga 4 MMBtu per ton amonia atau lebih dari 10% dibandingkan kondisi sebelumnya. Proyek ini juga didukung oleh penerapan sistem kontrol berbasis digital melalui Distributed Control System (DCS) yang meningkatkan akurasi pengendalian proses dan keandalan operasi.

Secara keseluruhan, peremajaan ini diproyeksikan mampu menurunkan emisi karbon sekitar 110.000 ton CO₂ ekuivalen per tahun serta mendukung efisiensi biaya produksi pupuk. Inisiatif ini turut berkontribusi pada keberlanjutan pasokan pupuk nasional dan penguatan ketahanan pangan Indonesia.

Dalam sambutannya pada peresmian Revamping Ammonia Pabrik-2, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, menyampaikan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari langkah strategis revitalisasi industri pupuk nasional untuk meningkatkan efisiensi energi, menekan emisi karbon, dan memperkuat ketahanan pangan. Ia menjelaskan bahwa revamping dilakukan untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi yang lebih ramah lingkungan, sehingga proses produksi menjadi lebih hemat energi, rendah emisi, dan berdaya saing. Ia juga menambahkan bahwa proyek ini dikerjakan oleh kontraktor lokal, yaitu TRIPATRA, dengan melibatkan tenaga kerja lokal.

Dengan pengalaman lebih dari 50 tahun di industri, TRIPATRA terus bertransformasi dan beradaptasi dalam menyediakan berbagai solusi berbasis rekayasa teknik. TRIPATRA juga menghadirkan unit bisnis baru seperti solusi aset yang berfokus pada pemeliharaan dan peningkatan produktivitas fasilitas, serta solusi pengadaan yang menjadikan TRIPATRA sebagai mitra terpercaya dalam pengadaan sumber daya dan material untuk pengembangan proyek.

  Share

Berita Lain

Artikel Terkini